. SIGN UP
T F G Y
Wasit
Brasil
Amatir

Tikam Pemain, Wasit di Brasil Dipenggal Oleh Para Fan

Ilustrasi wasit (google)
06-07-2013 08:31:17 | Berita Bola amerika latin
2014-04-17 15:42:28
Pilar bertahan Atletico Madrid, Filipe Luis baru-baru ini menyatakan bahwa ia merasa lebih mudah untuk bermain di Piala Dunia bersama Spanyol ketimbang negara kelahirannya, [...]
2014-04-10 13:01:24
Tim Nasional Portugal dipastikan akan tetap ditukangi oleh Paulo Bento, setelah sang pelatih 44 tahun itu [...]
2014-04-05 16:16:17
Tentu tak ada yang tak mengenal sosok Rogerio Ceni. Kiper berkebangsaan Brasil yang membela klub Sao Paulo ini merupakan sosok kiper tangguh yang piawai dalam mengeksekusi [...]

Ada kejadian horor yang terjadi dalam sebuah laga sepakbola amatir di Brasil, ketika para penonton yang marah memenggal kepala wasit, setelah ia membunuh seorang pemain.
Kejadian tersebut terjadi pada pekan lalu di Maranhao, Brasil.

Berdasarkan kabar yang berkembang di Brasil, wasit Otavio Jordao da Silva yang masih berusia 20 tahun, secara brutal menikam seorang pesepakbola bernama Josemir dos Santos Abreu yang berusia 30 tahun, dalam sebuah laga yang berlangsung cukup panas.

Santos Abreu diyakini berdebat lalu memukul wasit tersebut, karena tidak terima dengan keputusan yang diberikan. Diyakini juga kalau sang wasit membawa pisau sepanjang pertandingan, dan pada akhirnya berujung dengan penikaman pemain.

Santos Abreu kemudian langsung dibawa ke rumah sakit, tapi ia meninggal dalam perjalanan karena fatalnya luka tikaman tersebut. Marah akibat insiden itu, beberapa penonton kemudian memutuskan untuk membalaskan dendam pada sang wasit.

Seperti yang dikabarkan, wasit itu kemudian diikat, dipukuli, dilempari batu, dan dipotong menjadi empat bagian. Mereka kemudian menempatkan kepalanya pada sebuah nampan, dan meletakkannya di tengah-tengah lapangan pertandingan.

Salah seorang penonton berusia 27 tahun, Luiz Moraes de Souza, ditangkap pihak kepolisian terkait dengan insiden tersebut. Ia mengaku menyerang wasit malang tersebut, tapi menolak tuduhan sudah membunuhnya.

Sementara itu, pihak kepolisian sampai saat ini masih mencari dua orang tersangka lainnya. Mereka tampak terlihat dalam sebuah rekaman video, yang dibuat oleh seorang saksi mata, yang direkam melalui kamera ponselnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh salah seorang delegasi regional dari Santa Ines, Valter Costa, yang juga mengikuti perkembangan kasus tersebut, mengatakan: "Sebuah kejahatan tidak bisa menjadi pembenaran untuk melakukan kejahatan lainnya. Tindakan-tindakan seperti ini, tidak bisa ditoleransi dengan legalitas dari hukum negara."

Oleh: Galih (macanbola)



Komentar ( 0 )
KLASEMEN
# Team GD Pts
RESULT
Kontestan Bundesliga Jerman, VfL Wolfsburg saat ini sedang membuka kemungkinan untuk bisa mendatangkan penyerang milik Hannover 96 Mame Biram Diouf.Sang pemain [...]
T F G Y